Dalam tausiyahnya, Ustadz Rendi tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi mengajak jamaah melihat masjid dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, masjid bukan sekadar tempat ibadah ritual, melainkan pusat peradaban yang harus memberi dampak nyata bagi kehidupan warga di sekitarnya.
Gagasan itu langsung disambut antusias jamaah. Pengajian berlangsung hidup, apalagi saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak jamaah yang terlibat aktif, mencerminkan besarnya semangat untuk menjadikan masjid sebagai ruang yang lebih fungsional dan menyentuh kebutuhan umat.
Salah satu wujud nyata dari gagasan tersebut segera diwujudkan di Masjid Al-Ittihad. Dalam waktu dekat, pengurus masjid akan meluncurkan program makan siang gratis bagi jamaah yang melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Program ini terbuka untuk umum, dengan harapan sederhana namun bermakna: perut kenyang, hati senang.
Rencana pelaksanaan program tersebut saat ini tengah dimatangkan. Panitia dijadwalkan melakukan studi banding ke masjid di wilayah Bandung yang telah lebih dahulu menjalankan program serupa dengan baik dan konsisten.
Bagi pengurus masjid, program ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi menjadi pintu masuk membangun kedekatan antara masjid dan masyarakat. Masjid diharapkan benar-benar hadir dalam kehidupan sosial warga, bukan hanya ramai saat waktu salat tiba.
Usai menyampaikan kajian, Ustadz Rendi melanjutkan silaturahmi dengan mengunjungi kantor LAZISMU setempat. Di sana, ia disambut oleh Haris Nugroho untuk berdiskusi mengenai peran zakat, infak, dan sedekah dalam memperkuat program-program sosial berbasis masjid.
Diskusi tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi ke depan, termasuk bagaimana Lazismu dapat mengambil peran strategis dalam mendukung program makan siang gratis dan kegiatan sosial lainnya di lingkungan masjid.
Haris Nugroho, yang dikenal dengan slogannya “Hidup sekali, senangnya berkali-kali”, menyampaikan harapannya agar Lazismu semakin luas memberi manfaat bagi masyarakat Purwakarta.
Malam itu, pengajian tidak hanya meninggalkan kesan spiritual, tetapi juga memantik gerakan sosial yang nyata. Masjid Al-Ittihad sedang bersiap mengambil peran lebih besar sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kesejahteraan umat.
Wyndoee



0 Komentar